SELAMAT DATANG DI ZULYA fresh, KAMI MENCARI AGEN DISELURUH WILAYAH KALIMANTAN UNTUK MENJADI AGEN CHEMICAL LAUNDRY AND CLEANING SERVIS. PIN BB: 27D734CE Atau 3056F50A HP.085752910414

Minggu, 06 Maret 2011

PERAN BPD DI INDONESIA TAK LAGI DI RAGUKAN (BPD ROLE IN INDONESIA AGAIN IN NO DOUBT )

http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1568607874786309442
PERAN BPD DI INDONESIA TAK LAGI DI RAGUKAN
TAHUN INI KOMPOSISI PEMBIAYAAN BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) UNTUK PROYEK INFRASTRUKTUR DAN UMKM DIHARAP MENGGESER DOMINASI KREDIT MULTIGUNA. SEBUAH BENTUK PARTISIPASI AKTIF BPD DALAM MEMBANGUN DAERAHNYA.
Sepertinya Himbauan Yang Kerap Disampaikan Pemerintah Pusat Agar Bank Pembangunan Derah (BPD) Lebih Pro Aktif Berperan Pada Pembangunan Daerah Tak Sia-Sia. Bank pembangunan daerah terlihat mulai mengalokasikan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur baik yang di lakukan bpd sendiri maupun berbentuk sindikasi dengan bank umum nasinal. belakangan pembiayaan BPD pada proyek proyek infrastruktur malah makin kencang, tak sedikit  bpd bahkan berlomba membiayaai berbagai proyek strategis di daerah. kini publik pun tak lagi meragukan peran BPD dalam pembangunan daerahnya.
Tahun lalu keikut serataan BPD membiayai proyek infrastruktur di mulai di akhir januari lewat penandatangan lewat kredit pendanaan pembangunan lima proyek pembangkit listrik tenaga Uap EPC 10 ribu mega watt. Pada acara penandatanganaan tersebut enam BPD dan bank rakyat indonesia, memberikan kredit untuk pembangunan proyek PLTU sulawesi selataan, PLTU III bangka belitung, PLTU II Papua, dan PLTU kalimantan selatan senilai RP, 1.151 triliun.
Proyek lebih besar adalah sindidikasi 23 BPD dalam membiayaai pembangunaan 13 proyek PLTU senilai Rp.4.73 triliun yang merupakan bagian dari proyek PLTU 10.000 MW, yang di tandatanagani pada tanggal 24 april 2009 lalu, bank DKI bertindak sebagai “lead arranger” dalam pendanaan 13 proyek PLTU tersebut dengan CO lead arranger BPD jatim dan BPD papua. Perjanjian kredit tersebut terdiri dari du paket, di mana paket pertama di gunakan untuk pembiayaaan berbentuk rupiah dan paket kedua pinjaman rupiah untuk pembiaayan berbentuk dolar AS dengan total kredit Rp. 4.73 triliun.
Total pinjaman dari kedua paket perjanjian kredit dari sindikasi BPD tersebut merupakan pendanaan untuk mendukung 85% dari nilai kontrak engeenering procurement and construktion untuk masing masing proyek yang akan menjadi lahan pembiayaan. Tenor kredit untuk 13 proyek itu adalah 10 tahun  termasuk masa tenggang tiga tahun dengan suku bunga floating berbasis JIBOR. Semua proyek – proyek tersebut berlokasi di luar jawa sehingga terkait langsung dengan pembangunan di daerah.
Sindikasi yang di kenal dengan sindidkasi merah puitih ini merupakan sindidkasi terbesar yang pernah di lakukan BPD- SI, sekaligus menjawab kritikan mantan menteri keuangan RI, sri mulyani yang mengatakan bahwa BPD masih menyimpanaan dananya di sertifikat bank indonesia atau instrument keuangan lainnyaa, danmalas memberikan kredit produktif sehingga terkesan hanya menerima limpahan dana APBD yang tidak terpkai.
Tak  berselang lama, bank Riau juga tercatat menandatangani akad kredit sindikasi untuk pembangunan grand kawanua internasional city Manado antara PT. wenag permai sentosa dengan empat BPD di manado. Total plafon kredit yang di biayaai sebesar Rp. 176,9 milyar, dengan sharing pembiayaan bersama bank DKI sensar Rp.66.9 milyar, bank papua sebesarRp.50 milyar , bank riau sebesar Rp. 30 milyar, dan bank sulut juga sebagai fasilitator sebesar Rp.30 milyar. Kredit sindikasi yang di prakarsia empat BPD terbesar di indonesia ini sepakat memilih bank dKI sebagai lead arranger.
BPD juga mengincar proyek penambahan sepuluh juta sambungan air minum perumahaan dengan kebutuhan investasi  Rp. 78,41 triliun yang akan di realisasikan di 459 kota sepanjang 2009 – 2013. Selain itu BPD telah menerima tawaran untuk membiayaai sebagian dari proyek senilai Rp. 3.4 triliun di antaranya untuk pembangunan pembangkit listrik di riau, bangka belitung, maluku dan nusa tenggara barat.
Paling anyar pada pada januari 2010 lalu beberapa BPD terlibat kerjasama pembiayaan melalui sindikasi kredit untuk pembangunan tol kanci – penjagaan yang memiliki panjang 35 kilometer dan menelan investasi hinggasebesarRp. 2.5 triliun. Sindikasi kredit itu melibatkan bank jatim , bank jateng, bank jabar banten,  BNI dan BRI.
JAMINAN PASTINYA KELIHAIAN MENILAI PROYEK
Bicara masalah keamanan penilaian proyek infrastruktur, pemerintah memang memberikan stimuluis bagi BPD yang menjalankan nya. Stimulus di beriakn diantaranya dalam bentuk jaminaan. Namun tetap saja, kelihaian bank dalam menilai proyek berpotensi bisnis dan layak atau tidaknya sebuah bisnis untuk menjadi faktor penetu utama kesuksesan. Pasalnya jaminaan yang di berikan untuk penyalur kredit ini memiliki nilai terbatas.
Seperti di utarakan mantan menteri keuangan, sri mulyani dalam sebuah acara forum infrastruktur indonesia yang di hadari lembaga keuangan internasional di akhir april tahun lalu. “ saya menyetujui harus ada penjamin pada beberapa proyek infrastruktur dari pemerintah, tetapi bukan berarti semua proyek harus menunggu penjamin pemerintah. Pengembang proyek harus bisa memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan minat pasar,” ungkap nya.
Ia menambahkan, penjamin pemerintah hanya vitamin dan tidak baik di beri terlalu banyak. Menurut nya pemerintah tidak akan menambah suntikan modal kepada PT. sarana multi infrastruktur lebih dari Rp. 1 triliun pada tahun 2009 meskipun telah di janjikan maksimal mencapai Rp. 4 triliun
STRATEGI BISNIS
Masuknya BPD-BPD ke proyek infrastruktur akan mengubah komposisi pembiayaan BPD – BPD ke depan menjadi 50 % di infrastruktur dan sisanya di usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sebelumnya komposisi penyaluran kredit di BPD- BPD sebagian besar masih di UMKM dan juga multiguna. Kredit konsumsi dan kredit multi guna di beberapa tahun belakangan merupakan mesin utama pertumbuhan kredit BPD. Nilai kredit kedua sektor itu setara dengan 80% dari seluruh kredit BPD.
Dua tahun lalu kelompok BPD memang menjadi bank penyalur kredit konsumsi besar karena di nilai aman dan menjadi fokus bisnis BPD selama ini.  Bahkan data per februari 2009 BPD telah menyalurkan kredit konsumsi sebesar Rp.69.090 triliun atau meningkat 32.4% di banding periode yang sama tahun 2008 yang sebesar Rp.52.152 trtiliun.
BPD sebelumnya terbilang agresif dalam menyalurkan kredit konsumtif. Kredityang di nilai aman di salur kan kepada pegawai pemda, terjun ke pembiayaan bermotor dan perumahan sederhana . porsi kredit UKM BPD sebelumnya juga tidak banyak membiayai pedagang kecil
ZULKIFLI
By : TREN CITY

BPD ROLE IN INDONESIA AGAIN IN NO DOUBT

THIS YEAR COMPOSITION OF REGIONAL DEVELOPMENT BANK FINANCING (RDB) FOR INFRASTRUCTURE PROJECTS AND SMES IS EXPECTED TO SHIFT THE DOMINANCE MULTIPURPOSE CREDIT. FORM AN ACTIVE PARTICIPATION IN BPD DEVELOP THEIR REGIONS.
Looks like Call The Often Spoken To Central Government Development Bank Regional (RDB) More Active Role In Local Development Not Sia-Sia. Regional development banks seen begin to allocate funding for infrastructure development will be undertaken bpd either alone or in the form of syndicated with commercial banks natinal. RDB in later financing infrastructure projects even more tight, not even race a little RPD cost various strategic projects in the area. public is now no longer any doubt RDB role in development.
Last year RDB participation in infrastructure project finance began in late January by signing through loan funding construction of five steam-fired power project EPC 10 thousand mega watts. In the event the six RPD signature and banks the Indonesian people, give credit to the construction of power plant project selataan Sulawesi, Bangka Belitung III Power Plant, Power Plant II in Papua, Kalimantan and southern power plant valued at RP, 1151 trillion. Larger project is sindidikasi 23 RPD in financing 13 projects worth Rp.4.73 trillion Power Plant which is part of the 10,000 MW power plant project, which in signature on 24th April 2009, DKI bank acted as lead arranger "funding 13 projects in power plant those with CO lead arranger and RDB RDB jatim papua. The credit agreement consists of du packages, where the first package in use for financing in the form of dollars and the second package of loan dollars to U.S. dollars financing shaped with total loans of Rp. 4.73 trillion.
Total borrowing from the second package of syndicated credit agreement BPD is funding to support 85% of the value of procurement and contract engeenering construktion for each project will be financing land. Tenor loans for 13 projects it was 10 years including a grace period of three years with a floating interest rate based JIBOR. All projects - the project is located outside of Java that is directly related to development in the region.
Syndicated in the know with red sindidkasi sindidkasi puitih is the largest ever done in BPD-SI, as well as answer the criticism of former finance minister of Indonesia, Sri Mulyani said that RDB still saving funds in Indonesia or a bank certificate of financial  next instruments, danmalas provide productive credit so impressed simply accept flood of budget funds that are not terpkai.
Not long ago, the bank recorded Riau also signed a syndicated credit agreement for international development Kawanua grand city of Manado between PT. wenag picturesque tranquility with four RDB in Manado. The total credit limit on biayaai Rp. 176.9 billion, with bank co-financing share of DKI sensar Rp.66.9 billion, the bank papua sebesarRp.50 billion, the bank riau Rp. 30 billion, and banks of North Sulawesi as well as a facilitator of Rp.30 billion. Syndicated loans in prakarsia four RDB is the largest in Indonesia have agreed to choose DKI
Bank as lead arranger.
BPD also targeting ten million project funded residential drinking water connection with the investment needs of USD. 78.41 trillion that will be realized in 459 cities throughout 2009 to 2013. In addition, RDB has received bids for membiayaai some of the projects worth USD. 3.4 trillion of them to build a power plant in Riau, Bangka Belitung, Maluku and West Nusa Tenggara.
Most newer on in January 2010 and then some BPD involved joint financing through syndicated loans for the construction of toll Kanci - guard who has a 35 kilometers long and swallowing hinggasebesarRp investment. 2.5 trillion. Syndicated bank loan involves orphans, jateng banks, bank jabar offerings, BNI and BRI.
SURELY SHREWDNESS ASSESS SECURITY PROJECT
Talk to security concerns assessment of infrastructure projects, the government did provide stimuluis for RDB who run it. Stimulus in beriakn them in the form jaminaan. Still, the bank shrewdness in assessing the business potential project and whether or not a business to be a major success factor penetu. Jaminaan reason that is given to the dealer this credit has limited value.
As pointed out in former finance minister, Sri Mulyani said in a forum event Hadari infrastructure in Indonesia is an international financial institution in late April last year. "I agree there should be a guarantor on several infrastructure projects of government, but not all projects have to wait for the government guarantor. The project developer should be able to ensure that the project is in line with market interest, "he said. He added that the government guarantor not only of vitamins and both were given too much. According to his government would not increase capital injection to PT. multi infrastructure facilities of more than Rp. 1 trillion in 2009 despite the promised maximum of Rp. 4 trillion

BUSINESS STRATEGY
The entry of BPD-BPD to the infrastructure project financing will change the composition of RDB - RDB forward to 50% on infrastructure and the rest in small micro and medium enterprises .Previously, the composition of lending in the RDB-RDB most big still in SMEs and also multipurpose. Consumer credit and credit multi-use in recent years is the main engine of growth RDB credit. Credit Score two sectors are equivalent to 80% of all credit RDB.
Two years ago a group of RDB is a major consumer credit bank dealer because the value of safe and become the focus of RDB during this business. Even the data as of February 2009 RDB has disbursed loans amounting Rp.69.090 consumption trillion or 32.4% increase compared to same period in 2008 which amounted to Rp.52.152 trtiliun.
Previous RDB fairly aggressive in extending consumer credit. Kredityang in the safe in Salur right to civil servants, plunging into the motor and housing finance. share of SME loans previously RDB also not much pay for small traders.
ZULKIFLI
By : TREN CITY

Tidak ada komentar:

Posting Komentar