SELAMAT DATANG DI ZULYA fresh, KAMI MENCARI AGEN DISELURUH WILAYAH KALIMANTAN UNTUK MENJADI AGEN CHEMICAL LAUNDRY AND CLEANING SERVIS. PIN BB: 27D734CE Atau 3056F50A HP.085752910414

Kamis, 19 April 2012

berPUASA


BERPUASA
Oleh : H. Abd. Rachim AF

1.       Dasar
a.       Al Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa“           (Al-Baqarah :183)
b.      Sabda Nabi:“Islam itu dibangun diatas lima perkara      (1) syahadat bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah semata dan Muhammad adalah Rasul-Nya, (2) mendirikan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) naik haji, (5) puasa ramadhan.”(Hr Bukhari, Muslim Dan Ahmad) Syaikh Muhammad, 2007:31
2.       Definisi
c.       Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan ibadah tersebut pada siang hari (mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari).  (  ensiklopedi islam, 2003:112)
d.      Shaum menuru bahasa Arab menahan diri dari segala sesuatu, seperti menahan tidur, menahan berbicara, menahan makan dan sebagainya. (Sulaiman, 1976:216)
3.       Sejarah
a.       Puasa Orang Dulu Sebelum Islam
i)        Tradisi Universal: Puasa memang tradisi universal yang ada pada semua agama. Puasa merupakan proses transendensi yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu semua agama.
ii)       Puasa Takwa  : tujuan puasa adalah takwa, maka  ia identik dengan transformasi spiritualitas dan sosial dari kondisi awal diri kaum muslimin itu sendiri kepada kondisi berikutnya; yakni menuju kemanusiaan sejati.
iii)     Puasa Bangsa Greek, Mesir Purba, dan Masyarakat Rome: bangsa Greek melakukan puasa sebelum mereka pergi berperang dan meyakini puasa akan menguatkan kekuatan mereka, mengajarkan mereka mengenai kesabaran menghadapi musuh, dan puasa mengajarkan mengenai ketahanan dalam berperang.
iv)     Puasa China Kuno: puasa dilakukan saat menghadapi cobaan dan kesengsaraan.
v)      Puasa Hellesentik Kuno: puasa dilakukan guna mendapatkan wahyu dalam tujuan hidup.
vi)     Puasa orang dalam di Amerika: berpuasa guna mendapat wahyu sebagai visi dan untuk mengawal roh.
b.      Puasanya para Nabi / Rasul
 i)  Puasanya Rasulullah: “Rasulullulah SAW pernah puasa sehingga kami katakan beliau tidak       terbuka. Dan beliau tidak pernah terbuka sehingga kami katakan beliau tidak berpuasa. Belum pernah saya melihat Rasulullah SAW mencukupkan puasa sebulan selain bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat beliau berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada puasanya di bulan Sya’ban.(Hr bukhari)
ii)  Puasa Nabi Dzulkifli: “Pertanyaannya, sebegitu beraninya Basyar menjawab tantangan sang Raja; apakah ia mampu menjalankan amanat besar itu? Apakah Basyar sudah terbiasa melakukan Mujahadah dan Riyadhah berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan terbiasa menahan diri? Begitulah kenyataannya. Pemuda Basyar – sebelum diangkat sebagai raja dan diangkat menjadi nabi – memang dikenal sebagai pemuda yang istiqamah menjalankan puasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan mampu menahan amarahnya. Maka, ketika ia dinobatkan sebagai raja, tak ada perubahan dalam dirinya; ia senantiasa menjalankan puasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan menahan marah dalam kehidupannya.
iii) Puasanya Nabi Daud: Sebagaimana diketahui bahwa Nabi Daud AS dikenal sebagai seorang Rasul Allah yang sering berpuasa; yakni sehari berpuasa dan sehari berbuka. Ketika Nabi SAW ditanya tentang puasanya Nabi Daud, Rasulullah menjawab, “Seperdua masa”. (maksudnya sehari berpuasa dan sehari berbuka)
iv)   Puasa Nabi Yusuf: Puasa yang dilakukan itu mempunyai argumen penting, seperti kata Yusuf AS.,”Aku khawatir jika perutku selalu kenyang, maka aku lupa terhadap orang yang lapar”.
c.       Puasa Binatang dan Alam Semesta
i)  Binatang, ayam ketika bertelur, ular saat pencucian dirinya dan kepompong 40 hari sebelumnya berupa ulat .
ii) Alam semesta: Bumi bersama bulan yang mengelilingi matahari sebagai porosnya.
     (Wawan, 2008: 181-232)
4.       Pelaksanaan
a.       Rukun Puasa (Menahan diri dan berniat)
b.      Puasa diwajibkan (Islam, berakal, baligh, sehat dan menetap)
c.       Keringanan Berbuka Wajib Fidyah (Tua, Sakit, dan Kerja Berat)
d.      Puasa Fardhu dan Puasa Sunnah
e.      Larangan berpuasa (kedua hari raya,  hari tasyrik, khusus hari Jumat, khusus hari Sabtu, hari yang diragukan sepanjang masa)
f.        Adab berpuasa (makan sahur, menyegerakan berbuka, berdoa, menjauhi yang bertentangan dengan berpuasa, menggosok gigi, murah hati dan mempelajari Al Qur                                                                                                                                                                  ‘an dan giat beribadah)
g.       Batal puasa(wajib qadha:makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja)
(Sabiq, 2006: 25-81)
5.       Manfaat
a. Berbagai Cara Pengobatan (Akupuntur, Prana, Aura,             Meditasi, dan Puasa)
b . Kontrol Puasa (Fisik, Fisikis, Sosial dan Spiritual)
c.       Efek Puasa(Sehat, Rendah hati, Pikiran Jernih, Bijaksana, Tenang dan Tawaddu)
      (Mustafa, 2004: 30-134)

ACUAN
Ar Rifa’i Muhammad Nasib. Tafsir Ibnu Katsir, Gema Insani,Jakarta 1999.
Al Mahalli dan As Suyuti. Tasir Jalalain, Sinar Baru Algensindo Bandung 2006.
Muhammad, Syaik. Majelis Bulan Ramadhan, Pustaka Imam Asy-Syafii, Jakarta 2004
Mustofa, Agus. Untuk Apa Berpuasa. Fatma Press, Surabaya 2004.
Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah, Pena Pundi Aksara, Jakarta 2006.
Shihab, M Quraish. Tafsir Al Misbah, Penerbit Lentera Hati, Jakarta 2002.
Sulaiman Rasjid, Fiqh Islam, Penerbit Atthiriyah,           Jakarta 1976.
Susetya, Wawan. Medis Di Balik Puasa. Diva Press, Yogyakarta 2008.
Tim. Ensiklopedi Alquran, PT Kharisma Ilmu, Jakarta 2005.
Tim. Ensiklopedi Islam, PT Ikhtiar Baru, Jakarta 2003.

          Samarinda, 1433 H/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar