Saya sangat etrtarik saat berkunjng kesekolah sekolah di
samarinda dari yang dikota samapai yang di pinggiran… saya tidak tau mengapa
ada istilah itu hingga ada yang di sebut sekolah pinggiran. Mungkin karena
letaknya yang di pinggiran kota alias perbatasan kota ini hingga di sebut
seperti itu. Namun saya tak ingin
terlalu perduli dengan istilah seperti itu karena yang terpenting itu adalah
kualitas sekolah itu sendiri baik bangunan/fisik, lingkungan dan tenaga
pengajarnya itu sendiri.
SMK 6 samarinda misalnya, saya piker letaknya termasuk di
pinggir namun kulaitas lulusan nya sudah sangat bersaing, bahkan mengalahkan
SMK SMK yang letaknya di kota. Murid nya sudah dapat bekerja sebelum hasil
pengumuman kelulusan ujian nasional…. Wowww….
Bagaimana dengan SMK 8 samarinda yang nan jauh dari kantor walikota
nya yang terletak diseberang kota samarinda.. juga salah satu sekolah yang
memanfaaatkan lingkungan nya menjadi
hijau, bersih, berseri dan tidak kalah bersaing dengan sekolah lain.
Apa alas an masyarakat menyebut sekolah pinggiran jika
kualitas nya seperti yang saya sebutkan tadi, lain dari itu pada dasar nya
sekolah hanya media pengembang kepribadian siswa/siswi agar menjadi peribadi
yang “mantap” dalam artian unggul dalam bermasyarakat. Toh beberapa para
petinggi negeri ini juga berasal dari sekolah sekolah yang apa ada nya… ;
gedung seadanya, guru seadanya (jumlahnya), lingkungan seadanya.
Artinya sekolah hanya media pengembang tinggal bakat dan
keahlian apa yang harus di peroleh anak tersebut, agar mempunyai value sendiri
dari yang lain…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar