Tulisan ni saya tulis menurut pribadi penulis, sehingga mohon maaf kalau ada kesalahan kata yang kurang pas, saya harap pembaca dapat member kritik, saran atau komentar.
Banyak hal yang saya ingin katakan dalam tulisan ini tapi bukan berarti ini merendahkan melainkan kritik membangun untuk bangsa kami, karena saya merupakan bagian juga.
kita merupakan Negara besar dengan penduduk yang banyak pula tapi mengapa kita masih di anggap sebagai Negara kecil yang mudah ter ombang ambing dengan beberapa kebijakan Negara besar atau bahkan Negara asean sekali pun. Saya ingin kita menyadari semua bahwa ini bukan kesalahan siapa siapa,
Ada pepatah mengatakan siapa yang menuai benih dia yang menuai hasil, siapa yang menabur angin dan ia yang menuai badai artinya jika kita (masyarakat dan para pemimpin) menyadari dan mulai meakukan meperbaiki system, dan etos budaya yang dapat merusak bangsa ini :
1. Menyalahkan orang lain
Sebagai bangsa yang besar seharus nya kita tidak saja mudah menyalah kan orang lain, impor cina yang ber skala besar masuk ke asean membuat kita gerah atau mengatakan Negara negara tersebut sebagai negara kapitalis lalu menyalahkan pemerintahan tapi apakah kita menyadari bahwa kita tidak mampu membuat nya bayangkan jarum saja kita masih ekspor dari cina . pertanyaan kita mengapa produk cina begitu murah ?? mungkin karena mereka mempunyai keunggulan komparatif atau adanya illegal impor yang masuk, dua kemungkinan tersebut hanya mereka yangbisa menjawab nya.
Dilain sisi film manca Negara yang mungkin kalah bersaing dengan film local membuat pemerintahan kita mengurangi masuk nya film luar negeri dengan menarik kan biaya tariff dan pajak masuk nya film impor, tapi tinggi nya biaya itu membuat film luar sangat sedikit bahkan tak ada yang masuk kenegara ini. Saya khawatir bukan positif malah akan semakin pembajak film di Indonesia, kemudian ke khawatiran lain adalah tidak ada nya persaingan membuat film kita menjadi jalan di tempat.
Kemudian saya akan mengatakan masalah minyak dunia yang naik membuat masyarakat kita mendemo pemerintahan untuk segera menurun kan harga minyak dalam negeri, apakah kita tau jika kita membeli minyak dengan harga rendah mereka tak akan meng impor keindonesia melain kan ke Negara lain yang ingin membayar lebih baik, kekhawatiran lain semakin mudahnya impor minyak illegal jika ada pengurangan ini.
Sungguh menyedih kan jika ke tidak mampuan bersaing ini membuat kita mudah menyalahkan orang lain, padahal kita mempunyai kekuatan yang besar hanya saja kita belum ter koordinasi dengan baik.
Tunggu tulisan berikut nya !!!
Kritik, syaran, dan komentar anda, membangun untuk kami
kita merupakan Negara besar dengan penduduk yang banyak pula tapi mengapa kita masih di anggap sebagai Negara kecil yang mudah ter ombang ambing dengan beberapa kebijakan Negara besar atau bahkan Negara asean sekali pun. Saya ingin kita menyadari semua bahwa ini bukan kesalahan siapa siapa,
Ada pepatah mengatakan siapa yang menuai benih dia yang menuai hasil, siapa yang menabur angin dan ia yang menuai badai artinya jika kita (masyarakat dan para pemimpin) menyadari dan mulai meakukan meperbaiki system, dan etos budaya yang dapat merusak bangsa ini :
1. Menyalahkan orang lain
Sebagai bangsa yang besar seharus nya kita tidak saja mudah menyalah kan orang lain, impor cina yang ber skala besar masuk ke asean membuat kita gerah atau mengatakan Negara negara tersebut sebagai negara kapitalis lalu menyalahkan pemerintahan tapi apakah kita menyadari bahwa kita tidak mampu membuat nya bayangkan jarum saja kita masih ekspor dari cina . pertanyaan kita mengapa produk cina begitu murah ?? mungkin karena mereka mempunyai keunggulan komparatif atau adanya illegal impor yang masuk, dua kemungkinan tersebut hanya mereka yangbisa menjawab nya.
Dilain sisi film manca Negara yang mungkin kalah bersaing dengan film local membuat pemerintahan kita mengurangi masuk nya film luar negeri dengan menarik kan biaya tariff dan pajak masuk nya film impor, tapi tinggi nya biaya itu membuat film luar sangat sedikit bahkan tak ada yang masuk kenegara ini. Saya khawatir bukan positif malah akan semakin pembajak film di Indonesia, kemudian ke khawatiran lain adalah tidak ada nya persaingan membuat film kita menjadi jalan di tempat.
Kemudian saya akan mengatakan masalah minyak dunia yang naik membuat masyarakat kita mendemo pemerintahan untuk segera menurun kan harga minyak dalam negeri, apakah kita tau jika kita membeli minyak dengan harga rendah mereka tak akan meng impor keindonesia melain kan ke Negara lain yang ingin membayar lebih baik, kekhawatiran lain semakin mudahnya impor minyak illegal jika ada pengurangan ini.
Sungguh menyedih kan jika ke tidak mampuan bersaing ini membuat kita mudah menyalahkan orang lain, padahal kita mempunyai kekuatan yang besar hanya saja kita belum ter koordinasi dengan baik.
Tunggu tulisan berikut nya !!!
Kritik, syaran, dan komentar anda, membangun untuk kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar