SELAMAT DATANG DI ZULYA fresh, KAMI MENCARI AGEN DISELURUH WILAYAH KALIMANTAN UNTUK MENJADI AGEN CHEMICAL LAUNDRY AND CLEANING SERVIS. PIN BB: 27D734CE Atau 3056F50A HP.085752910414

Jumat, 10 Juni 2011

menjegal ekonomi syariah

Ancaman yang paing berbahaya dengan berkembangnya ekonomi syariah adalah bila dikaitkan dengan fanatisme agama. Mereka tidak suka bukan karena sistemnya, melainkan semata mata tak ingin umat bangkit dari keterbelakangan ekonomi.

Serbuan amerika dan sekutunya di afganistan (yang di lanjutkan pada awaal tahun 2003 dengan menggempur irak ) mengingatkan kita pada tesis Samuel Huntington, the clash of civilization atau bentrok peradaban (1993). Perbedaan amerika dengan mengusung kapitalisme sebagai jargon hidup memang telah menganvasknan komunisme. Tapi, dengan matinya komunisme, musuh sejati AS yang lain lahir : islam dan konfusianisme sebagai perlambang kekuatan dari  timur mewujud.

Banyak akademisi yang mengoreksi dan menegeritik keras bentrok budaya sebagai melebih lebihkan. Tapi yang kita cermati disini, ekonomi satu dari pilar penting penyangga masing masing beradaban, sepertinya tak pernah di persoalkan. Adakah pertentangan antara ekonomi barat dan timur ? lebih tegas lagi anatara amerika dan islam.
Kalau menyimak berbagai kerjasama ekonomi, baik forum kerjasama ekonomi asia pasifik (APEC), organisasi perdagangan dunia (WTO), kawassan perdagangan bebas amerika utara (NAFTA), kawasan perdagangan bebas asia tenggara (AFTA), semua mengerucut pada keinginan secara komunal bersama sama menggalang kekuatan ekonomi baik regional maupun internasional menyongsong kompetisi. Mereka yang ingin bergabung justru di kucilkan dan dikecam sebagai Negara tak mau memperoleh berkah dari perdagangan.
Dengan dalih itu, Negara besar yang sudah siap bersaing, memaksa Negara berkembang untuk meliberalisasi perdagangan. Konkretnya, Negara Negara kecil termasuk indonesia sesuai kaidah globalisasi perdagangan harus membebaskan bea masuk hingga nol persen ketika saat nya tiba. Payahnya , meskipun untuk produk produk tertentu, seperti pertanian, kita belum siap, pemerintah mengiyakan saja. Bahwa petani paling terancam dalam masalah ini, itu soal nanti.
Berbagai bentuk kerja sama perdagangan itu hampir tak menyiratkan pertentangan. Yang ada hanyalah dominasi yang luar biasa dalam ekonomi. Pangkal dominasi kembali, siapalagi kalau bukan amerika serikat. Mata uang dolar AS yang telah menjadi hard hard currency dunia telah menjadi symbol kedigdayaan ekonomi amerika dan seperti biasa, kedigdayaan itu selalu menggoda pemiliknya untuk memainkan peran yang kadang terlalu berlebihan dan tak adil.
Waktu itu George bush mengumumkan semua asset yang yang di sebut nya milik teroris penghancur WTC. Uniknya, sebagian Negara yang mengklaim sebagai tepat demokrasi dan keadilan , itu dilakukan tanpa perlu membuktikan kebenaran nya. Bush enteng saja membekukan karena semua asset itu dalam denominasi dolar.
Yang di khawatir kan, ke khalapan itu juga akan menular pada ‘kebencian’ akan kebangkitan ekonomi islam. Karena bagi sebagian masyarakat barat, islam identi dengan arab. Persentasi sejarah panjang dan luka karena perang salib. Kekerasan di munculkan lewat aksi teror yang melahirkan terorisme.
Kalau terjadi, lembaga keuangan yng membawa perisnsip syariah, bias saja memetik getah. Persis yang di ingatan oleh pakar ekonomi syariah, Dr. karnaen, ancaman yang paling berbahaya dengan berkembangnya ekonomi syariah adalah bila di kaitkan denganpanatisme agama. Akan ada pihak pihak tak suka ekonomi islam, bukan karena system membawa berkah melainkan tak ingin umat bangkit dari keterbelakangan ekonomi ….. apakah ada mereka masuk katagori ini ?? wasalam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar