SELAMAT DATANG DI ZULYA fresh, KAMI MENCARI AGEN DISELURUH WILAYAH KALIMANTAN UNTUK MENJADI AGEN CHEMICAL LAUNDRY AND CLEANING SERVIS. PIN BB: 27D734CE Atau 3056F50A HP.085752910414

Kamis, 17 November 2011

agribisnis

Menurut Ikhsan Semaoen (1996) agribisnis adalah suatu kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor agribisnis, mencakup perusahaan – perusahaan pemasok input agribisnis (upstream-side industries), Penghasil (agricultural-producing industries), Pengolah produk agribisnis (downstream-side industries), dan jasa pengankutnya, jasa keuangan (agri-supporting industries).
Sedangkan menurut subiakto tjakrawerdaya (1996), agribisnis secara umum mengandung pengertian sebagai keseluruhan operasi yang terkait dengan aktivitas untuk mengahsilkan dan mendistribusikan input produksi, aktifitas untuk produksi usaha tani, untuk pengolahan dan pemasaran.
1.1 SIFAT- SIFAT KEGIATAN AGRIBISNIS
Agribisnis bertujuan untuk memanfaatkan sumber alam untuk pembudi-dayaan ternak atau tanaman yang kemudian diolah menjadi makanan atau dapat juga disebut produk agro industri.
1.2 PERIODE PENDAPAT AWAL
Seluruh kegiatan agribisnis akan melibatkan kepastian investasi dan modal kerja. Jika dilihat dari aspek keuangan maka masa belum berproduksi yang berarti belum adanya pendapat akan sangat penting. Table dibawah ini dapat menunjukan periode minimal yang diperlukan dari masa awal investasi (taermasuk pengembangan lahan dan mendirikan bagunan) sampai masa memberikan pendapat.
1.3 SIKLUS PENYIAPAN LAHAN
Pada prakteknya hampir seluruh bahan makanan pokok berasal dari tanaman tahunan yang seluruh tanaman akan dipanen dalam setahunnya untuk diganti dengan benih baru yang ditanam pada tahun berikutnya, sebagai contoh: sebagian besar kegiatan dan pembiayaan akan terjadi dalam setahun penuhnya yaitu pada masa penyiapan lahan dan penanaman.


1.4 TINGKAT RESIKO
Setiap kegiatan usha dalam bidang agribisnis akan memiliki resiko terutama dalam hal jika ditanamnya jenis tanaman baru, produksi yang dipaksa meningkat dengan penggunaan zat kimia atau jarak tanam sesuai pengetahuan yang ada.
1.5 PENTINGNYA KEBERADAAN PETANI KECIL
Dengan adanya industrialisasi dan urbanisasi, tampaknya para petani yang lebih mampu akan bertani di lahan yang lebih luas sedangkan petani kecil akan berpindah untuk menjadi pegawai di perindustrian atau memenuhi kebutuhan kegiatan industri. Mereka juga pada umumnya condong unuk meluaskan jenis usahanya dari tanaman pangan ke tanaman yang cepat menghasilkan atau ke jenis penanaman tradisional dengan pemusatan pada fasilitas pemerosesnya. Inilah bentuk petani di masa mendatang di mana mereka akan berupaya untuk memenuhi dan menyusuaikan kebutuhan mereka.
1.6 KESIMPULAN DAN KARAKTERISTIK AGRIBISNIS
Ini bukti yang sangat diharapkan bawasannya jenis benih dan jenis ternak yang membentuk dari usaha agribisnis (dan perkebunan) memiliki karakteristik yang bersifat umum dan spesifik berkaitan ke periode kematangan, kebutuhan atau perawatan, tingat resiko, nilai dan waktu terjadi surplus, dan sebagainya. Kateristik ini harus di kenali dan di hargai setiap penyusunan perencanaan. membiayai usaha pengolahan tembakau atau minyak kelapa tidak sama dengan membiayai pembangunan jalan raya.









BAB II
PERAN MANEJEMEN DALAM AGRIBISNIS

Pada dasarnya manejemen adalah suatu kegiatan perencenaan, perorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang dilakukan oleh setiap organisasi guna menkoordinasikan berbagi sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efifien.
2.1 DEFINISI PERMASALAHAN
Jika unit pengambilan keputusan, apakah para pemegang saham atau pemilik perkebunan, menghadapi pemersalahan, manajemen dapat dilibatkan dalam proses mengatasi maslah tersebut. Masalah dapat saja terjadi pada saat persepsi dati unit pengambilan keputusan saling berbeda dalam menhadapi kenyataan yang ada. Dalam kata lain, mesalah dapat tumbuh dari konflik antara konsep berdasarkan kenyataan (konsep faktual) dan konsep berdasarkan norma (konsep normatife).
2.2 OBSERVASI
Dalam manejemen agribisnis mengumpulkan informasi merupakan fungsi yang sangat penting, Hal-hal penting untuk meringankan upaya dalam proses pengumpulan informasi adalah:
• klasifikasi
• spesialisasi
• menetapkan prosedur yang teratur agar arus informasi dapat berkesinambung
daya pikir manusia tidak akan mampu untuk mengingat beberapa fakta sekaligus. Oleh karna itu menyusun klasifikasi sangat penting untuk menghemat waktu dalam pengumpulan informasi. Jadi jika klasifikasi itu penting maka ini pun akan menjadi penting untuk menyusun dasar yang diperlukan agar proses klasifikasi menjadi efektif. Salah satu dari dasar tersebut adalah melengkapi diri dengan teori-teori yang menjadi mesukan bagi suatu praktek yang nyata.
2.3 ANALISIS
Pengklasifikasian di samping digunakan sebagi metode untuk memperbaiki observasi, juga sangat penting sebagai bagian dari analisis yang dapat mempermudah evaluasi informasi. Jika informasi dapat dikaitkan dengan teori yang telah disusun, barulah dilakukan analisis. Komponen dari anilisis secara kumulasi dapat disusun seperti dibawah ini:
a) mengenali kemungkinan akan produk agribisnis yang dihasilkan.
b) Meramalkan kemungkinan-kemungkinan dari masing-masing produk.
c) Menetapkan nilai masing-masing produk.
d) Menetapkan sumber-sumber yang layak untuk mengambil keputusan agar dapat:
• Menerapkan keputusan.
• Menanggung semua kosekuensi yang timbul akibat keputusan yang di ambil.
2.4 MENGAMBIL KEPUASAN
Hal yang paling penting dalam proses manajemen agribisnis adalah mengambil keputusan. Selama seorang manajer memiliki pandangan yang kuat terhadap identifikasi permasalahan, kemampuan untuk mengumpulkan fakta, dan keahlian dalam menganalisis maka hal ini akan menjadi berguna untuk mengambil keputusan. Efektivitas manajemen secara normal ditentukan oleh dasar-dasar keputusan yang telah diambilnya. Manajer yang selalu membuat keputusan dengan benar dapat dikatakan telah berhasil. Tapi dari segi lain seorang manajer tidak hanya mengambil keputusan, tetapi ia harus juga mempunyai kemampuan memperkecil kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Kesalahan yang mungkin terjadi terdiri dari dua jenis:
• Jenis pertama: suatu kesalahan yang dilakukan ketika kebenaran yang diperoleh pda kenyataannya akhirnya ditolak.
• Jenis kedua: kesalahan yang dilakukan ketika ketidak benaran (kesalahan) pada kenyataannya akhirnya diterima.
2.5 MENGAMBIL TINDAKAN
Pada saat keputusan harus diambil maka perlu mengambil tindakan yang sesuai (termasuk upanyanya) sebagai pokok kegiatan. Maka nyatanya setiap permasalahan akan berhubungan dengan jenis tindakan yang perlu diambil tergantung dari keputusan yang akan dibuat dalam konteks tertentu.
Dua unsure dasar yang dilibatkan dalam keberhasilan mengambil suatu tindakan:
• Tindakan haruslah terarah pada keputsan yang akan diambil saja.
• Harus memiliki motivasi dan daya dorong untuk menapai tindakan yang akan diambil.

2.6 MEMIKUL TANGGUNG JAWAB
Langkah akhir setelah dibuatnya keputusan dan tindakan adalah mengkaji ulang setiap tindakan dan mempersisapkan segala konsekuensinya (dapat memuaskan atau tidak memuaskan). Walau bagaimana pun pihak manajemen harus berani menanggung kosekuensinya dari setiap keputusan yang diambil.
2.7 TEKNIK MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS
Manajemen agribisnis dalam skala besar ataupun kecil selalu memiliki dua fase pokok yaitu perencanaan dan operasional. Perencanaan akan melibatkan keputusan-keputusan dalam jangka panjang terutama pemegang saham, seperti besarnya saham, besarnya investasi, jumlah tenaga kerja yang diperlukan, pemilihan taknik penanaman, dan system jenjang karir dalam organisasi.
2.8 ASPEK PERENCANAAN DALAM BIDANG AGRIBISNIS
Hanya sedikit keraguan bahwa setiap produsen telah memiliki bentuk perencanaan (seperi perencanaan tindakan untuk masa mendatang) dalam memanfaatkan lahan mereka, buruh dan sumber lainnya, kombinasi dari materi yang akan ditanam, teknik penanaman, system pemupukan dan sistem untuk melaksanakan oprasi harian tersebut. Sebagian besar produsen, terutama produsen kecil, biasanya tidak menyusun perencanaan diatas kertas secara terperinci dalam membuat anggaran biaya yang diperlukan.
2.8.1 Study Kelayakan
Bilamana dana investasi besar di perlukan maka studi kelayakan harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa seluruh aspeek yang berhubungan sepertik aspek teknis, aspek manajerial, aspek organisasi, aspek ekonomi dan keuangan, perlu diperhatikan. Manfaat dari ini. Untuk memperoleh bukti sebagai fakta apakah penggunaan modal akan dapat digunakan secara efektif atau tidak. Kengunaan dari studi kelayakan dapat dicontohkan seperti: meyakinkan bahwa keadaan memungkinkan untuk proyek dilaksanakan secara teknis, dapat memberikan keuntungan dilihat secara keuangan dan ekonomi, objek tidak dapat dicapai dengan biaya yang lebih murah, dan apakah sarana proyek telah sesuai dengan objektifitas ekonomi nasional.
2.8.2 Teknis Penilaian
Teknis penilaian untuk sebuah proyek merupakan pertanyaan yang merdasar guna mengetahui apakah proyek secara teknis dapat dilaksanakan atau tidak, atas pandangan apa proyek yang ditentukan dilihat dari segi agronomis dan ekonomisnya.
2.8.3 Manajemen Dan Administrasi
Manajemen dan administrasi mungkin merupakan aspek yang paling sulit dalam studi kelayakan, tetapi sangat penting bagi keberadaan proyek. Kesulitannya terletak kemampuan pada staf yang melaksanakan proyek, termasuk penataan pelatihan dan pengembangan staf. Hal ini belum cukup untuk meyakinkan bahwa masalah manajerial dan administrasi tidak dapat ditangani. Perlu adanya antisipasi mengenai berapa lama mereka dapat menangani suatu masalah guna menghindari terjadinya pemborosan waktu dan uang.
2.8.4 Organisasi
Hal yang berhubungan erat debgan manajemen adalah kesesuaian bentuk agribisnis untuk melaksanakan operasional dengan berhasil. Hal ini menimbulkan dua pertanyaan:
• Bentuk organisasi agribisnis bagaimana yang diperlukan untuk melaksanakan proyek pada tahap operasional?
• Bentuk organisasi agribisnis bagimana yang akan diperlukan kemudian?
2.8.5 Analisis Ekonomi / Keuangan
Maksud utama dari analisis keuangan untuk menetapkan apakah pengembangan dan operasional proyek agribisnis dapat sesuai, bila tidak apakah mungkin dibuat menjadi sesuai. Seluruh informasi yang dikumpulkan harus dapat menjawab analisis keuangan ini. Biasanya analisis akan meneliti dua aspek dari masalah keuangan yaitu: Pertama; jumlah uang yang diperlukan untuk memberikan fasilitas bagi operasional dan jumlah sumber yang akan memerlukan uang tersebut. Kedua; kemungkinan biaya operasional dan pendapatan, likuiditas, dan status pemasukan keuangan pada tahap operasional.
2.8.6 Biaya Dan Keuntungan
Aturan umum untuk mengendentifikasi biaya dan keuntungan dari suatu proses agribisnis adalah dengan menetapkan dampak apa yang akan menyertainya atau tidak menyertainya. Secara umum perbedaannya adalah adanya keuntungan tambahan dari proyek tersebut.
2.8.7 Biaya
Biaya akan lebih mudah diketahui dari pada keuangan. Dalam kebanyakan masalah hal ini bukan sesuatu yang akan menimbulkan permasalahan terhadap proyek. Kesulitan yang ada adalah masalah teknis yang berhubungan dengan perencanaan dan desain untuk mengetahui berapa besar dan kapan biaya diperlukan. Mungkin yang tersulit adalah menyusun nilai atas barang-barang pelayanan yang akan diperlukan (misalnya lahan). Dalam banyak hal lahan yang diperlukan untuk proyek merupakan lahan yang sudah digunakan atau sebagai pengguna altenatif. Oleh karnanya akan timbul kemungkinan biaya yang besar untuk memperoleh lahan.
2.8.8 Pajak Dan Subsidi
Pajak dimasukan dalam biaya dalam analisis keuangan. Selama hal ini merupakan pembayaran melalui tsransfer maka harus di keluarkan dari analisis ekonomi. Begitu pula subsidi yang akan mengurangi biaya perlu dimasukan dalam analisis keuangan buka analisis ekonomi.
2.8.9 Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh dari proyek dapat terdiri dari perbagai bentuk: melalui peningkatan pengeluaran, penguraangan biaya, dan kualitas perbaikan. Keuntungan langsung lainnya dapat timbul dari proyek pendiidikan agribisnis yang akan mennghasilkan tenaga-tenaga handal.
2.8.10 Dampak Tidak Langsung / Tambahan
Keuntungan atau biaya dapat saja timbul bukan dari proyek sebagai faktor ekonomi, keberadaan dana, dampak analisis tidak langsung yang harus disertakan. Satu definisi dari dampak tidak langsung adalah nilai tambah dari nilai yang sudah diproduksi atau pelayanan atas proses sebagai hasil penciutan kegiatan.
2.8.11 Tenaga Kerja
Di Negara berkembang keberadaan tenaga kerja merupakan keuntungan tidak langsung bagi inyesstasi proyek. Kesempatan lapangan kerja baru dapat diciptakan, dan kesejeteraan dapat dilahirkan melalui investasi proyek agribisnis. Dampak tambahnya adalah dengan terciptanya penggunaan penghasilan oleh tenaga kerja baru.
2.8.12 penghasilan
Pertanyaannya adalah apakah penghasilan tidak langsung dapat diterima oleh proyek dan dimasukan sebagai unsur tambahan proyek. Dalam neraca dapat dilihat untuk tidak memasukan dampak penghasilan tidak langsung kadalamnya apakah dipengaruh diperkecil atau diperluas dalam bidang ekonomi.


2.8.13 Kondisi Luar
Kondisi luar timbul ketika biaya dan keuntungan lebih bagi badan usaha dari pada penguasa yang mensponsori proyek di bidang agribisnis. Kondisi luar secara teknis adalah segala hal yang akan berdampak terhadap pengeluaran secara fisik dimana produsen lain dapat memenuhinya sebagai pemasukan secara fisik . dampak ekologi seperti pencemaran lingkungan dapat dimasukan dalam kategori ini dan dianggap sebagai biaya tambahan tidak langsung.
2.8.14 Penetapan Harga Bayangan
Penerapan harga pasar untuk buruh dalam analisis keuangan tidak memberikan refleksi yang sesuai dari keuntungan yang diperoleh dari buruh. Hal ini dapat disebut sebagai penetapan harga bayangan yaitu penerapan harga baru untuk buruh.
2.8.15 Memperbandingkan Biaya Dan Keuntungan
Konsep dasar yang meletakan analisis ekonomi dan keuangan sebagai proyek alternative, adalah untuk memperbandingkan biaya dan keuntungan guna menetapkan alternatif mana yang memiliki pemaasukan yang lebih besar.
2.8.16 Keuntungan Dibanding Rasio Biaya
Untuk menghitung perbandingan antara keuntungan dan rasio biaya, keuntungan total harus dihubungkan dengan biaya total sehingga indeksnya Dapat diperoleh. B-C rasio akan muncul dengan membagi alur keuntungan yang didiskon dengan alur biaya yang didiskon. Nilai diskon yang sesuai dapat memunculkan masalah. Mungkin nilai diskon yang terbaik adalah biaya kesempatan dari modal, walau secara praktek sulit untuk ditentukan. Diberbagai Negara berkembang hal ini diasumsikan sengan menetapkan antara 8 hingga 15%.
2.8.17 Pengangkutan Lajur Keuangan Yang Di Diskon
Pengukuran lajur keuangan yang di diskon di sebut demikian karena biaya proyek dihitung dari keuntungan per-tahun nya untuk menjadi lajur keuntungan bersih. Tetapi lajur keuntungan dan biaya ini tidak dapat di jumlahkan bila jumlah tahunan perorangan tidak di buat dapat di ukur, disamakan, dan di ekspresikan dalam waktu tertentu. Masalah ini dapat di selesaikan dengan mendiskon lajur keuntungan dan biaya pada saat ini, memberikan nilai rata rata diskon dan lingkup waktu. Nilai bersih saat ini ( NPV / Net Presen Value ) di penuhi melalui pengurangan lajur biaya saat ini dengan lajur keuntungan saat ini.
2.9 ASPEK OPERASIONAL
2.9.1 Anggaran
Anggaran ( Budget ) kebun dapat berbentuk formal atau informal yang menunjukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Ini seperti cetak biru (Blue Print) atau spesifikasi arsitek atas bangunan. Mempersiapkan anggaran perlu melibatkan sumber-sumber dalam perkebunan, mengevaluasi praktek penanaman, memeperkirakan hasil panen dan produksi, menghitung pendapat dan biaya, dan akhirnya membuat estimasi penghasilan bersih.
2.9.2 Langkah – Langkah Dalam Pembuatan Anggaran
Pembuatan anggaran harus di laksanakan dalam bentuk yang teratur dengan langkah langkah sebagai berikut :
2.9.2.1 Inventarisasi Sumber
• Jumlah modal dan vasilitas kredit yang dapat di peroleh serta suplay pengawasan atas guru kontark dan masa penggunaan mesin
• Penggunaan system manajemen
2.9.2.2 Inventarisasi Sumber Lahan
• Persiapan peta tanah yang menunjukan jenis tanah dari masing-masing lahan
• Tofografi
• Drainase
• Sejarah pemanfaatan tanah dan hasil panen
• Persediaan air
2.9.2.3 Perencanaan Tanaman Dan Hasil Panen
• Estimasi hasil panen di dasari atas pengharapan yang berkaitan dengan penggunaan pupuk, sejarah hasil panen, pengalaman personil, dan hasil eksperimen.
• Program penanaman ulang membuat kemampuan perencanaan untuk mengahsilkan pola produksi yang setabil. Memungkinkan untuk estimasi produksi sebagai langkah antara satu perencanaan ke perencanaan lain


2.9.2.4 Harga Dan Biaya Yang Di Gunakan
Proses pembuatan anggaran dilaksanakan untuk mengestimasi masa depan. Dari sini harga yang sesuai dapat digunakan dan harus sesuai dengan yang di harapkan dimasa mendatang. Harga masa lalu hanya dapat memenuhi petunjuk kasar untuk harga masa depan.
2.9.2.5 biaya
Estimasi biaya di terapkan secara langsung pada sikap perusahaan atau kegiatan, meninggalkan biaya tak langsung atau biaya tetap yang tidak mempengaruhi hasil hasil yang tidak di perbandingkan. Sebagai contoh : dalam menilai system penyadapan, unsur pasti demikian seperti manajemen, pemberantasan gulma (weeding ) dan pemupukan ( manuring ) dapat di abaikan tanpa mempengaruhi hasil
2.9.3 Fleksibilitas Anggaran
Anggaran kebun harus di simpan secara sederhana dan bebas dengan selengkap mungkin. Mendata angggaran yang fleksibel dan mencakup pengawasan dalam perencanaan untuk perubahan
2.9.4 Penggunaan Pembukuan Dan Akutansi
Untuk mengembangkan secara penuh setiap keuntungan sangat penting untuk menjaga system akutansi dan pembukuan yang membolehkan penilaian yang sesuai dari prestasi dan yang memberikan perhitungan yang dapat di gunakan sebagai dasar untuk perencanaan dan pembuatan anggaran. Dasar data penggunan dan hasil yang dapat berguna dalam persiapan penetapan keuntungan sangat penting untuk pembuatan anggaran dan tujuan pengawasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar