DASAR
TEORI
A.
Manajemen Keuangan
1.
Pengertian
Manajemen Keuangan
Manajemen
keuangan mempunyai arti yang penting dalam setiap kegiatan bisnis termasuk
dalam setiap kegiatan bisnis termasuk dalam kegiatan operasi dan pengelolaan
perusahaan dan juga manajemen keuangan diharapkan dapat menangkap dan
mengantisipasi perubahan dimasa yang akan datang untuk secara dini melakukan
penyesuaian dan pengambilan keputusan secara tepat dan akurat. Tujuan utama
dari perusahaan yang juga menjadi tanggung jawab dari manajer keuangan adalah
memaksimalkan nilai perusahaan agar kesejahteraan pemegang saham dapat
meningkat.
Horne dan
Wachowicz (2000 : 2) Menyatakan bahwa “Financial
Management is concerned the acquisition, financing and management of assets
with some overall goal in mind”. Bahwa “Manajemen Keuangan adalah segala
aktivitas berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva
dengan beberapa tujuan menyeluruh”.
Manjemen
keuangan menurut Sutrisno (2007 : 3), sebagai semua aktivitas keuangan yang
berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang
murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara
efisien.
Sartono
(2008 : 6) menerangkan pengertian mengenai manajemen keuangan sebagai berikut :
“Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan
dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun
usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara
efesien”.
Berdasarkan
beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen keungan
adalah suatu kegiatan keuangan yang terjadi dalam suatu operasi perusahaan.
2.
Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan
dapat juga dipandang sebagai suatu manajemen yang mempelajari fungsi-fungsi
dengan tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan memaksimumkan kemakmuran
dan kekayaan pemegang saham serta memaksimumkan harga saham, selain itu tujuan
manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai dari perusahaan. Agar tujuan
tercapai maka manajer keuangan harus dapat menjalankan fungsi-fungsi dari
manajemen dengan baik.
Fungsi dari manajer
keuangan Horn (2000 : 5) “The function of finance involve there major decisions that a company
must make : the investment decision, the financing decision and the dividend
decision”.
Berdasarkan
fungsi tersebut maka seorang manajer keuangan diharapkan untuk merencanakan,
memperoleh dana dari sumber-sumber keuangan yang ada dan menggunakan dana
sebaik mungkin dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Menurut Sutrisno
(2007 : 5), fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan utama yang
harus dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu :
a.
Keputusan Investasi
Keputusan investasi
adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam
bentuk-benyuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang
akan datang.
b.
Keputusan Pendanaan
Keputusan ini sering
disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer keuangan
dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber
dana yang ekonomis bagi perusahaan guna mempelajari kebutuhan-kebutauhan
investasi.
c.
Keputusan Dividen
Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen
keuangan untuk menentukan : 1) besarnya presentase laba yang dibagikan kepada
para pemegang saham dalam bentuk cash
dividend, 2) stabilitas dividen yang dibagikan , 3) dividen saham (stock dividen), 4) pemecahan saham (stock spilit), serta 5) penarikan
kembali saham beredar, yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran
para pemegang saham.
3.
Laporan Keuangan
Laporan
keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan serta merupakan suatu
ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang
bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk
mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada pemilik perusahaan.
Di samping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi
tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan keuangan kepada pihak-pihak diluar
perusahaan.
Menurut
Astuti (2004 : 29) “Analisis laporan keuangan adalah segala sesuatu yang
menyangkut penggunaan informasi akuntansi untuk membuat keputusan bisnis dan
investasi”.
“Financial statement memberikan informasi
mengenai keadaan finansial suatu perusahaan dimana neraca (balance sheet)
mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada satu saat tertentu,
dan laporan rugi laba (income statement) memcerminkan hasil-hasil yang dicapai
selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun “(Riyanto,2001 : 327).
Laporan
keuangan menurut sadeli (2000 : 18) adalah laporan tertulis yang memberikan
informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya serta
hasil yang dicapai selama periode tertentu.
Baridwan
(2004 : 18), berdasarkan PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang penyajian laporan
keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan lengkap terdiri dari
komponen-komponen sebagai berikut :
a. Neraca,
yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal
tertentu.
b. Laporan
laba rugi, yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama
satu periode akuntansi.
c. Laporan
perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan ekuitas
dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah ekuitas pada akhir periode.
d. Laporan
arus kas (cash flow statment),
menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi,
arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
e. Catatan
atas laporan keuangan.
Jenis
laporan keuangan yang banyak dipakai adalah neraca (balance sheet) dan laporan rugi laba (income statement). Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan
keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu dan akan berubah manakala ada
transaksi keuangan dalam entitas tersebut dicatat sebagaimana dikatakan Larson
(2005 : 18) sebagai berikut “Balance
sheets describes a company’s financial position (types an amounts of assets,
liabilities and equity) at a point in time”.
Laporan
laba rugi menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu
tertentu selain itu juga laporan laba rugi menunjukkan keberhasilan dan
kegagalan operasi perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya.
Welcsh (2004 : 11) mengatakan bahwa
“Laporan laba rugi mengukur keuntungan atau kerugian dari operasi normal
perusahaan selama periode waktu tertentu”.
Dari
uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu laporan keuangan merupakan
informasi yang penting bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan
perusahaan yang bersangkutan, dan merupakan suatu produk akhir dari proses
kegiatan-kegiatan akuntansi dalam suatu usaha serta dapat dijadikan sebagai
bahan penguji dalam pekerjaan menganalisis pembukuan dan menilai posisi
keuangan suatu perusahaan.
B.
Pengertian Pasar Modal
Menurut UU Pasar Modal RI No. 8 tahun 1995, Pasar
Modal didefinisikan sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum
dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang
diterbitkannya, serta lembaga profesi yang berkaitan dengan efek. Secara umum,
pasar modal merupakan tempat atau sarana untuk mempertemukan antara permintaan
dan penawaran atas instrument keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1
(satu) tahun.
Iskandar Z. Alwi (2003 : 14), pasar modal
didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan atau sekuritas
jangka panjang yang diperjualbelikan, baik dalam hutang maupun modal sendiri,
yang diterbitkan oleh pemerintah, public
authorities, maupun perusahaan swasta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar