SELAMAT DATANG DI ZULYA fresh, KAMI MENCARI AGEN DISELURUH WILAYAH KALIMANTAN UNTUK MENJADI AGEN CHEMICAL LAUNDRY AND CLEANING SERVIS. PIN BB: 27D734CE Atau 3056F50A HP.085752910414

Rabu, 11 April 2012

Dasar Teori Manajemen Keuangan


BAB II
DASAR TEORI
A.             Manajemen Keuangan
1.                  Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan mempunyai arti yang penting dalam setiap kegiatan bisnis termasuk dalam setiap kegiatan bisnis termasuk dalam kegiatan operasi dan pengelolaan perusahaan dan juga manajemen keuangan diharapkan dapat menangkap dan mengantisipasi perubahan dimasa yang akan datang untuk secara dini melakukan penyesuaian dan pengambilan keputusan secara tepat dan akurat. Tujuan utama dari perusahaan yang juga menjadi tanggung jawab dari manajer keuangan adalah memaksimalkan nilai perusahaan agar kesejahteraan pemegang saham dapat meningkat.
Horne dan Wachowicz (2000 : 2) Menyatakan bahwa “Financial Management is concerned the acquisition, financing and management of assets with some overall goal in mind”. Bahwa “Manajemen Keuangan adalah segala aktivitas berhubungan dengan perolehan, pendanaan, dan pengelolaan aktiva dengan beberapa tujuan menyeluruh”.
Manjemen keuangan menurut Sutrisno (2007 : 3), sebagai semua aktivitas keuangan yang berhubungan dengan usaha-usaha mendapatkan dana perusahaan dengan biaya yang murah serta usaha untuk menggunakan dan mengalokasikan dana tersebut secara efisien.
Sartono (2008 : 6) menerangkan pengertian mengenai manajemen keuangan sebagai berikut : “Manajemen keuangan dapat diartikan sebagai manajemen dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam berbagai bentuk investasi secara efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau pembelanjaan secara efesien”.
Berdasarkan beberapa teori di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian manajemen keungan adalah suatu kegiatan keuangan yang terjadi dalam suatu operasi perusahaan.
2.         Fungsi Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan dapat juga dipandang sebagai suatu manajemen yang mempelajari fungsi-fungsi dengan tujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan memaksimumkan kemakmuran dan kekayaan pemegang saham serta memaksimumkan harga saham, selain itu tujuan manajemen keuangan adalah memaksimalkan nilai dari perusahaan. Agar tujuan tercapai maka manajer keuangan harus dapat menjalankan fungsi-fungsi dari manajemen dengan baik.
Fungsi dari manajer keuangan Horn (2000 : 5) “The function of finance involve there major decisions that a company must make : the investment decision, the financing decision and the dividend decision”.
Berdasarkan fungsi tersebut maka seorang manajer keuangan diharapkan untuk merencanakan, memperoleh dana dari sumber-sumber keuangan yang ada dan menggunakan dana sebaik mungkin dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
Menurut Sutrisno (2007 : 5), fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan utama yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu :
a.       Keputusan Investasi
Keputusan investasi adalah masalah bagaimana manajer keuangan harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-benyuk investasi yang akan dapat mendatangkan keuntungan di masa yang akan datang.
b.      Keputusan Pendanaan
Keputusan ini sering disebut sebagai kebijakan struktur modal. Pada keputusan ini manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sumber dana yang ekonomis bagi perusahaan guna mempelajari kebutuhan-kebutauhan investasi.
c.       Keputusan Dividen
Keputusan dividen merupakan keputusan manajemen keuangan untuk menentukan : 1) besarnya presentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash dividend, 2) stabilitas dividen yang dibagikan , 3) dividen saham (stock dividen), 4) pemecahan saham (stock spilit), serta 5) penarikan kembali saham beredar, yang semuanya ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.
3.       Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan serta merupakan suatu ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini dibuat oleh manajemen dengan tujuan untuk mempertanggung jawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada pemilik perusahaan. Di samping itu laporan keuangan dapat juga digunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan lain yaitu sebagai laporan keuangan kepada pihak-pihak diluar perusahaan.
Menurut Astuti (2004 : 29) “Analisis laporan keuangan adalah segala sesuatu yang menyangkut penggunaan informasi akuntansi untuk membuat keputusan bisnis dan investasi”.
Financial statement memberikan informasi mengenai keadaan finansial suatu perusahaan dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada satu saat tertentu, dan laporan rugi laba (income statement) memcerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi periode satu tahun “(Riyanto,2001 : 327).
Laporan keuangan menurut sadeli (2000 : 18) adalah laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya serta hasil yang dicapai selama periode tertentu.
Baridwan (2004 : 18), berdasarkan PSAK No. 1 (Revisi 1998) tentang penyajian laporan keuangan menyatakan bahwa laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut :
a.       Neraca, yaitu laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu perusahaan pada tanggal tertentu.
b.      Laporan laba rugi, yaitu laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi.
c.       Laporan perubahan ekuitas, yaitu laporan yang menunjukkan sebab-sebab perubahan ekuitas dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah ekuitas pada akhir periode.
d.      Laporan arus kas (cash flow statment), menunjukkan arus kas masuk dan keluar yang dibedakan menjadi arus kas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan.
e.       Catatan atas laporan keuangan.
Jenis laporan keuangan yang banyak dipakai adalah neraca (balance sheet) dan laporan rugi laba (income statement). Neraca adalah laporan yang menunjukkan keadaan keuangan suatu unit usaha pada tanggal tertentu dan akan berubah manakala ada transaksi keuangan dalam entitas tersebut dicatat sebagaimana dikatakan Larson (2005 : 18) sebagai berikut “Balance sheets describes a company’s financial position (types an amounts of assets, liabilities and equity) at a point in time”.
Laporan laba rugi menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu selain itu juga laporan laba rugi menunjukkan keberhasilan dan kegagalan operasi perusahaan dalam upaya mencapai tujuannya.
Welcsh (2004 : 11) mengatakan bahwa “Laporan laba rugi mengukur keuntungan atau kerugian dari operasi normal perusahaan selama periode waktu tertentu”.
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang bersangkutan, dan merupakan suatu produk akhir dari proses kegiatan-kegiatan akuntansi dalam suatu usaha serta dapat dijadikan sebagai bahan penguji dalam pekerjaan menganalisis pembukuan dan menilai posisi keuangan suatu perusahaan.
B.            Pengertian Pasar Modal
Menurut UU Pasar Modal RI No. 8 tahun 1995, Pasar Modal didefinisikan sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga profesi yang berkaitan dengan efek. Secara umum, pasar modal merupakan tempat atau sarana untuk mempertemukan antara permintaan dan penawaran atas instrument keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 (satu) tahun.
Iskandar Z. Alwi (2003 : 14), pasar modal didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan atau sekuritas jangka panjang yang diperjualbelikan, baik dalam hutang maupun modal sendiri, yang diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar