Sebuah Kebijakan, Panas Tele Burung
Wah saya
hari ini (26/05/12) di tugasin atasan untuk nemenin/ tourgaet/nyupirin what
everlah, anggota DPR daerah lain yang berkunjung ke kota saya samarinda, wah
saya sangat senang dan di lain sisi ada perasaan segan, bagaimana tidak kalau
di kota saya beberapa anggota terkesan arogan/acuh terhadap orang yang tak
dikenal kecuali sebelum mereka terpilih sebagai anggota. Ya begitulah sudah
menjadi hal umum di Negara ini. Saya rasa itu bukan hanya terjadi pada anggota
dpr tingkat kota namun juga semua
cakupan pimpinan yang dipilih oleh masyarakat langsung, sudah lumrah kalau
mereka mau masuk pasar, masuk gang gang kecil, perkampungan kecil yang kumuh,
sungai-sungai kotor dan lain sebagai nya namun ketika mereka terpilih mungkin
tak pernah kembali ke daerah itu sampai masa jabatan habis dan pemilihan
berikutnya.
Emmm
tentu tidak semua yang saya katakan benar dan tidak semua orang pimpinan
seperti itu, masyarakat juga dapat menilai sendiri pemimpin yang dipilihnya,
khawatirnya masyarakat tidak dapat menyuarakan pendapat nya karena tertutup
dengan politik yang sangat kuat dan jika ini terjadi akan sangat berbahaya
tentu. Jika suara suara tulus dan jujur dari masyarakat kecil tidak dapat
sampai naik “kepermukaan” sebagai dasar pengambilan keputusan karena baru
masyarakat kecil inginmenyuarakan pendapatnya sudah di tolak dan atau tidak
dianggap.
Dilain
sisi masyarakat seharusnya juga tidak boleh semena mena dengan kekuatan pribadi
atau kelompok yang mereka miliki. Memang disaat pemilihan mereka banyak
membantu calon yang mereka unggulkan hingga terpilih biasa disebut tim sukses.
Sehingga mereka dapat mengatakan “ini karena saya/ kelompok saya”. Berarti
termasuk pedagang bakso, tukang sayur, dll yang sudah mendukung nay donk ??? kalo tukang sayur saja sudah bisa berkata
demikian sebagai tim sukses karena dia mendukung walikota atau DPR nya. Artinya
ada kekuatan politik yang sudah di salah gunakan donk. Saya tidak mau komen apa
apa karena saya tidak berpolitik, saya hanya menulis ini menyalurkan apa yang
terlinas saja. Seharusnya masyarakat
atau kelompok tidak menyalahgunakan kepentingan karena mengaku tim sukses
pimpinan yang terpilih….
Kolabarasi
ini yang harus didukung selama masa jabatan terpilih, karena jika keputusan
atau kebjakan yang diambil tidak di dukung masyarakat akan menjadi sia sia saja
atau sebaliknya jika pendapat masyarakat tidak di dengar untuk di jadikan dasar
pengambilan keputusan agar berorientasi kepentingan bersama. Akan jadi “panas panas tele burung” system
itu karena sama sama saling menyalahkan dan kelak tak ada gunanya. Untuk
melancarkan itu tidak ada orientasi lain baik uang/ kepentingan politik, atau
apapun yang melebihi kepentingan bersama dan atau kepentingan masyarakat.
Kembali
ke pekerjaan, ternyata mereka yang saya antar bukan sekedar anggota dpr
dikotanya namun juga sahabat karib atasan saya, lebih penting lagi setelah saya
jemput hingga saya antar kembali di hotel mereka menginap ternyata perkiraan
saya meleset, mereka tampak humoris, cerdas, dan baik. (ZUL)
Trimakasih…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar